Box culvert ialah merupakan saluran air bawah tanah yang cocok digunakan untuk lahan yang sangat terbatas. Perbedaannya dengan saluran u-ditch yaitu terletak pada bentuknya. Jika untuk u-ditch berbentuk menyerupai huruf U dan mempunyai tutup, lain pula halnya dengan box culvert yang berbentuk mirip kotak persegi empat. Ketinggian dan kedalamannya terbatasi, tetapi membutuhkan untuk ruang saluran yang dangkal dan lebar serta bisa menangani arus sesuai yang diperlukan, seperti area pada saluran air yang tidak bisa ditanam buis beton atau saluran pipa, karena kapasitas aliran yang tertampung kurang begitu memadai, atau ukuran jembatan yang pendek.

Beberapa penggunaan box culvert ialah untuk gorong-gorong kereta api, gorong-gorong jalan raya, jembatan jalan raya yang pendek, atau pada terowongan. Proses pemasangannya pun bisa dikatakan cukup mudah untuk di aplikasikan.

Pada penjelasan kali ini kami akan menjelaskan bagaimana cara pemasangan box culvert yang tepat dan mudah, sebagai pengetahuan saja bagi para praktisi konstruksi.

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pada Pemasangan Box Culvert

Box culvert tidak memerlukan galian tanah yang cukup dalam, sehingga hal tersebut sangat memudahkan bagi para kontraktor. Kecepatan dan kemudahan pemasangan membuat pemakaian box culvert sebagai saluran air yang semakin banyak diminati.

Berikut ini adalah cara pemasangan box culvert atau gorong-gorong beton yang tepat dan mudah :

  • Ekskavasi area kerja

langkah pertama ialah pembuatan parit yang untuk ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan. Kedalamannya pun harus mengikuti kedalaman minimal yang dipersyaratkan oleh para pabrik beton pracetak pembuat produk tersebut. Sedangkan untuk lebar dari parit harus memperhatikan lebar box culvert serta kemudahan alat pada saat meletakkan box tersebut.

Kemudian unruk area galian yang tidak diperlukan harus segera ditutup kembali dan dipadatkan. Untuk pengurugan kemiringan saluran air harus diperhatikan sesuai perencanaan awal. Apabila pada parit tenyata ditemukan air atau memang diletakkan pada parit air, maka harus melakukan dewatering terlebih dahulu. Langkah tersebut perlu dilakukan supaya box culvert yang telah terpasang nantinya itu tidak mengapung.

  • Pelapisan tanah

Setelah paritnya itu terbentuk,  maka proses kedua ialah peletakan pelapisan untuk box culvert. Material pelapis sendiri harus disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan. Untuk alas tidak perlu material kasar, karena akan mengakibatkan rusaknya box culvert. Pengalasan diperlukan supaya box ketika dipasang tidak mengalami pergeseran ke arah bawah. Kemudian untuk ketinggian alas tidak kurang dari 75 mm, jika area terdiri dari bebatuan dan tanah keras maka untuk pelapisan setidaknya setinggi 150 mm.

Perlu diperhatikan pula bahwa baik site mandor, manager maupun pekerja yang menangani proyek pemasangan saluran air ini harus benar-benar ahli di bidangnya, serta memahami dengan baik untuk pemasangan box culvert.

  • Pemasangan box culvert

Langkah selanjutnya ialah proses pemasangan box culvert. Pertama ialah membuat barisan dari box, dimana peletakan pertama pada box akan menentukan kelurusan penempatan box selanjutnya. Peletakannya harus sesuai dengan kemiringan dan ketinggian yang dipersyaratkan pada perencanaan.

Peletakan box ialah dengan cara menempatkan lidah atau spigot di hilir sedangkan socket di hulu. Sebaiknya dorongan box dengan menggunakan mesin hindari karena bisa merusak box atau menggeser box dari parit yang sudah disiapkan tadi.

  • Penyambungan antar box culvert

Sealant juga diperlukan untuk menghindari air dan migrasi tanah terhadap box culvert. Salah satu bahan dasar untuk sealant yang cocok digunakan ialah bitumen atau aspal. Sealant dapat diaplikasikan di bagian dalam dan bagian atas dinding dengan ukuran tebal kurang lebih 300 mm.

Box culvert yang sudah ditata sebagai awal dari saluran itu harus disambung dengan box pengisi. Sebaiknya terdapat pekerja yang bisa mengarahkan crane. Dan sebelum meletakkan box, paritnya harus dicek terlebih dahulu apakah kondisi dan ketinggian parit sudah sesuai seperti rencana atau belum.

Antar dari box harus disatukan dengan menggunakan derek atau rantai. Rantai ini harus diikatkan secara bertahap hingga box tersebut menyatu, setelah itu crane dapat melepas box. Harus diperhatikan bahwa sambungan antar box tidak akan berubah ketika saat crane diangkat.

  • Pengurugan kembali area kerja

Setelah box culvertnya terpasang dengan baik dan benar, langkah selanjutnya ialah dilakukannya pengurugan kembali. Tanah urug harus bebas dari bahan organik dan harus segera dipadatkan pula. Pemadatan pun jangan sampai merusak box culvert atau merubah posisi kedudukannya.

Dengan demikian, maka seluruh rangkaian proses pemasangan saluran air menggunakan box culvert sudah selesai. Demikianlah pembahsan tentang panduan cara memasang box culvert dengan tepat dan mudah. Semoga rangkaian informasi tersebut bermanfaat bagi Anda.